Candi Surowono merupakan sebuah candi Hindu dari jaman Kerajaan Majapahit, berukuran kecil namun dengan relief cantik, yang berada di Desa Canggu, Kecamatan Pare, ± 28 Km dari Kota Kediri . Candi Surowono diperkirakan dibangun pada tahun 1390 M sebagai tempat pendharmaan bagi Wijayarajasa, Bhre Wengker.

Di dalam Kitab Negarakertagama diceritakan biasanya pendarmaan dilakukan setelah 12 tahun seorang raja meninggal dunia setelah upacara Srada. Raja Wengker meninggal pada tahun 1388 Masehi, atau 12 tahun sebelum dibangunnya Candi Surowono yang berperhiaskan reliefdi seluruh bangunan.

Candi Surowono yang berukuran 8 x 8 Meter dan terbuat dari batuan andesit berpori ini memiliki nama asli Wishnubhawanapura. Sampai sekarang, candi ini tidak dalam keadaan yang utuh, tapi di beberapa bagian masih bisa terlihat bentuk relief dan beberapa cerita yang di pahatkan. Relief-relief yang ada menggambarkan cerita Arjuna Wiwaha, Bubhuksah, Gagang Aking, dan Sri Tanjung.  Di bagian keempat sudutnya terdapat relief Raksasa Gana duduk jongkok dengan tangan menyunggi ke atas. Dari segi arsitektur maupun relief, sebenarnya candi Surowono mempunyai banyak keunikan.

Di bagian selatan candi terdapat sisa-sisa reruntuhan candi yang dikumpulkan dan disusun rapi berjejer. Mungkin inilah salah bukti kalau di tempat ini dulunya juga terdapat bangunan yang eksotik dan indah.

Keberadaan candi Surowono memang jauh dari jalan utama Pare. Candi ini berada di tepi jalan desa Canggu yang sudah beraspal, jadi  mudah dijangkau, dan tidak perlu jalan kaki terlalu jauh.  Sayangnya, jalur ke sana juga belum dilengkapi penunjuk jalan. Hanya ada sebuah penunjuk di jalur utama kota. Walaupun hanya seperti ini yang tersisa, namun candi Surowono tetap merupakan peninggalan yang perlu dijaga kelestariannya.

Resource : http://jawatimuran.wordpress.com