Situs Tondowongso di Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, merupakan situs yang baru ditemukan pada akhir tahun 2006. Kegiatan penggalian penyelamatan di Situs Tondowongso dilaksanakan selama 10 hari mulai tanggal 5 Maret s.d 14 Maret 2007. Awal penemuan Tondowongso terjadi pada sekitar bulan Desember 2006 ketika pada lahan lokasi situs dilakukan penggalian untuk tanah urug.

Lahan lokasi situs milik bapak Kiran dan bapak Suryani, keduanya warga Dusun Sumberpetung, Desa Adan-adan serta lahan milik Bapak Munawar warga Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri yang disewakan untuk diambil tanahnya dengan kedalaman tertentu. Ketika penggalian tanah dilakukan mencapai kedalaman 2 m s.d 2,5 m ternyata ditemukan bagian atas struktur dinding bata yang merupakan temuan awal berada di sebelah selatan dengan orientasi barat-timur. Struktur dinding bata tersebut ternyata berbelok ke arah utara dengan membentuk sudut siku di bagian sudut tenggara.

Kemungkinan situs ini merupakan komplek candi peninggalan Kerajaan Majapahit pada masa itu, sebab dilihat dari artefak temuannya adalah berupa Arca Brahma Dursa Mahesa Sura Mardhini dan Nandi. Sekarang tempat ini menjadi tempat wisata yang cukup menarik sebab banyak benda – benda peninggalan Kerajaan Majapahit yang dirawat dan kelola oleh pemerintah Kabupaten Kediri sebagai sarana wisata Kabupaten Kediri.

Kegiatan ekskavasi dilakukan bertujuan untuk dapat menampakkan temuan berupa struktur sehingga diketahui bentuk, denah keseluruhan, luas masing-masing, struktur bangunan dan luas situs keseluruhan, sehingga akan diketahui hubungan antar unit bangunan tersebut. Adapun temuan artefak di situs ini berupa Area Dewa Siwa berwajah Empat, Area Dewa Durga Mahesa Suramardhini, Area Dewa Nandi, Yoni, Area Dewa Surya, Area Dewa Chandra, Area Siwa Mahakala, Area Siwa Mahaguru, Area Ardhanari, Area Nandi, Lingga, Fragmen Area, Fragmen bata berhias, Struktur bangunan bata.

kondisi situs sekarang terlantar setelah  penemuannya, sampai saat ini  belum mengalami perubahan. Kondisi Situs Tondowongso masih terlantar, rumput liar tumbuh dimana-mana dan bekas galiannya digenangi air. Ironisnya genangan air tersebut justru dijadikan tempat pemancingan oleh warga sekitar.

resource : http://jawatimuran.wordpress.com/2011/12/12/2279/
Image :widhisejarahblog.blogspot.com